Pertanian

Sektor Pertanian

Komoditi Pertanian dan Potensi

Areal yang potensial untuk pengembangan komoditas padi sawah dan padi ladang di Kabupaten Merangin dengan luas areal  32.616 Ha dari luas Kabupaten Merangin yang terdiri dari lahan sawah, tegal/kebun dan pekarangan, dengan total produksi sebesar 62.614 Ton GKG.

Produksi buah-buahan dan sayuran selama tahun 2011 adalah 38.454 Ton, dengan luas panen sebesar 5.332 Ha, mencakup budidaya jeruk di areal seluas 720 Ha, duku di areal seluas 1.498 Ha, sayur-sayuran di areal seluas 1.498 Ha, serta komoditi lainnya. Sedangkan khusus untuk produksi salah satu komoditi sayuran dataran tinggi yaitu kentang adalah sebesar 12.834 Ton dengan luas panen 980 Ha.

 

Penggunaan Lahan Pertanian

 

Sawah                       :8.367 Ha

Tegal / Kebun            :13.749 Ha

Kebun Campuran        :23.240 Ha

Perkebunan               :262.560 Ha

 

Luas Areal dan Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Tahun 2011

 

Komoditas

Luas Panen (ha)

Produksi (ton)

 

Padi

Jagung

Kedelai

Kacang Tanah

Kacang Hijau               

Ubi Kayu    

Ubi Jalar             

Kentang             

Bawang Merah

 Bawang Dau

Kubis

Kacang Merah        

 

19.782

1.425

625

530

202

474

282

980

31

61

38

140

 

62.614

2.906

734

613

199

4.835

2.197

12.834

149

134

233

304

Sumber: Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Tahun 2010.

 


 

Peluang Investasi Pembangunan Tanaman Pangan dan Hortikultura

Kabupaten Merangin memiliki topografi yang bervariasi, secara langsung mempengaruhi agroklimat (makro dan mikro) yang beragam pula. Kekayaan sumberdaya alam pertanian yang ada masih belum sepenuhnya dikelola secara optimal, akibat lemahnya permodalan petani untuk mengembangkan usahatani yang dimiliki dalam skala besar. Untuk itu, diperlukan uluran tangan dari pihak luar yang tertarik dan mampu bergerak dibidang agribisnis, sehingga nantinya potensi sumberdaya yang ada dapat dikelola dengan maksimal. Secara garis besar pada tabel berikut diberikan gambaran berkenaan dengan potensi yang dapat dijadikan sebagai peluang investasi.

Kecamatan Jangkat, Sungai Tenang dan Lembah Mesurai sangat berpotensi dalam pengembangan sayur-sayuran dataran tinggi seperti kentang, bawang merah, bawang daun, sawi, kol dan lain-lain. Saat ini komoditi yang paling banyak diminati oleh masyarakat kedua wilayah tersebut adalah kentang. Tingginya minat petani terhadap komoditi ini disamping topografi (iklim, ketinggian, lahan) yang sesuai, juga prospek pasar yang cukup menjanjikan, dimana pada saat ini pemasaran komoditi kentang telah menembus pasar antar kabupaten dan  provinsi bahkan telah menembus  pasar eksport.  Diharapkan nantinya kedua wilayah ini akan dapat berkembang menjadi sentra agribisnis sayuran dataran tinggi khususnya kentang. Untuk itu, perlu diupayakan kerjasama dengan pihak investor dalam upaya pengembangan, peningkatan kualitas dan kuantitas hasil, serta pemasaran, sehingga nantinya akan dapat mengangkat taraf hidup petani.

Kecamatan Bangko, Bangko Barat dan Batang Masumai memiliki peluang yang cukup baik dalam pengembangan tanaman durian, pengembangan komoditi telah mulai dijajaki, yaitu dengan telah dikirimkannya petugas teknis ke Thailand beberapa tahun yang lalu guna mengetahui lebih jauh teknologi pembudidayaan tanaman durian yang jauh lebih maju.

Kecamatan Sungai Manau, Renah Pembarap, Pamenang,Pamenang Barat Tabir berpotensi besar dalam pengembangan tanaman duku,durian dan manggis. Pengelolaan pascapanen dan pemasaran masih dikelola oleh penduduk setempat secara sederhana sedangkan pemasaran komoditi tersebut belum dikelola secara baik.


POTENSI TANAMAN PANGAN (PADI) TAHUN 2011

  • Produksi padi sebesar 86.548 ton gabah kering giling (GKG) bila dibandingkan dengan tahun 2010 sebesar 70.562 ton GKG (angka tetap BPS) atau terjadi peningkatan prduksi sebesar 22.71 %.
  • Luas Panen padi sawah pada tahun 2011 seluas 13.246 ha atau meningkat sebesar 34,89% dibandingkan dengan tahun 2010 seluas 9.820 ha.
  • Produktifitas tanaman padi sawah tahun 2011 sebesar 44,63 kw/ha meningkat 1,70% bila dibandingkan tahun 2010 sebesar 43,89 kw/ha.
  • Prduktifitas tanaman padi rata-rata mengalami peningkatan pada tahun 2011 sebesar 39,71 kw/ha atau meningkat sebesar 2,36% bila dibandingkan tahun 2010 sebesar 38,80 kw/ha.

 

POTENSI KENTANG

Potensi lahan untuk pengembangan kentang sebesar 750 Ha, sedangkan areal potensi yang baru dimanfaatkan adadlah sebesar 114 Ha.

Produksi kentang pada tahun 2011 mengalami kenaikan yaitu dengan total produksi 17.474 ton dibandingkan dengan tahun 2010 sebesar 17.060 ton.