Kesehatan

 

 

KESEHATAN

Penyediaan Berbagai sarana kesehatan di Kabupaten Merangin pada tahun 2011 terdapat 1 buah rumah sakit umum daerah, 1 buah rumah sakit umum swasta, 18 buah puskesmas pembantu, dan 382 posyandu. selain itu tenaga kesehatan yang terdiri dari tenaga dokter, tenaga keperawatan, bidan, tenaga kefarmasian, teknisi medis, tenaga gizi dan tenaga kesehatan masyarakat.

sumber merangin dalam angka 2011-2012

 

 

Untuk mengukur keberhasilan upaya kesehatan yang dilaksanakan, maka sangat diperlukan indikator-indikator untuk mengukur tingkat keberhasilan. Indikator yang digunakan saat ini adalah menggunakan  indikator SPM (Standar Pelayanan Minimal) dan indikator IS 2010 (Indonesia Sehat 2010).

Indikator SPM digunakan SPM bidang Kesehatan yang telah direvisi melalui Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 741/MENKES/PER/VII/2008 yang terdiri atas 18 indikator kinerja. Sedangkan IS 2010 ditetapkan melalui SK Menkes RI Nomor 1202/Menkes/SK/VII/2003 yang berisi  3 indikator utama, 10 program dan 50 indikator kinerja, dengan pembagian sbb :

- Indikator Derajat Kesehatan sebanyak  3 program dan 11 indikator kinerja

- Indikator Hasil Antara sebanyak  3 program  dan 9 indikator kinerja

- Indikator Proses dan Masukan sebanyak  4 program dan 30 indikator kinerja

Penyusunan buku Profil Kesehatan ini diharapkan dapat menggambarkan situasi dan pencapaian program pelayanan kesehatan di kabupaten Merangin. Untuk menjawab semua indikator yang ada baik SPM maupun IS 2010. Guna memenuhi kebutuhan data tersebut, maka Dinas Kesehatan kabupaten Merangin telah melakukan penataan SIMPUS (Sistem Informasi Manajemen Puskesmas) kembali

 

Sarana dan Prasarana Kesehatan

Pada tahun 2009 terdapat 15 puskesmas di kabupaten Merangin dan adanya pembangunan 3 puskesmas baru yaitu puskesmas muara kibul , puskesmas sikancing dan puskemsas rantau suli, namun belum bisa difungsikan sesuai peruntukannya. Dari 15 puskesmas yang ada, sebanyak 9 (Sembilan) puskesmas diantaranya merupakan puskesmas perawatan. Sebagai perpanjangan tugas puskesmas di desa terdapat 86 Pustu (Puskesmas Pembantu), 43 Polindes dan 48 Poskesdes.

Dalam upaya peningkatan mutu maka beberapa kegiatan rehabilitasi fisik puskesmas tetap dilakukan. Untuk memenuhi standar alat kesehatan minimal untuk puskesmas, Puskesmas Perawatan, Pustu dan Poskesdes, secara rutin tiap tahun selalu diupayakan pengadaan peralatan medis Puskesmas, Pustu dan Poskesdes. Penyebaran sarana pelayanan kesehatan, jumlah penduduk, jumlah pustu dan poskesdes dapat dilihat pada tabel 

Tabel  Jumlah Penduduk dan Penyebaran Sarana Pelayanan Kesehatan di Kab. Merangin Tahun 2009

NO

PUSKESMAS

PEND

DESA / KEL

PUSTU

POLINDES

POSKESDES

KET

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

 Bangko

 Pematang Kandis

 Rantau Panjang

 Sumber Agung

 Muara Delang

 Sungai Bulian

 Muara Siau

 Pasar Masurai

 Simpang Parit

 Sungai Manau

 Muara Madras

 Pamenang

 Meranti

 Muara Jernih

Rt Limau Manis

35.051

26.367

29.461

12.361

22.862

6.937

14.877

15.344

11.929

15.943

16.485

26.496

33.634

15.904

8.812

20

11

16

6

7

4

24

15

12

18

24

18

11

20

7

8

6

6

2

6

2

5

5

3

6

9

8

9

10

4

4

2

2

1

1

1

6

2

3

5

4

5

4

2

1

4

2

8



3

4

3

3

4

5

5


6

1

Non P

Non P

Perawatan

Non P

Perawatan

Perawatan

Perawatan

Perawatan

Non P

Perawatan

Perawatan

Perawatan

Perawatan

Non P

Non P

KABUPATEN

292.013

213

86

43

48

 

 

 

Berdasarkan hal tersebut maka dikeluarkanlah Kepmenkes Nomor 1091/MENKES/SK/X/2004 tentang Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten, dan diadakan revisi dengan terbitnya Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 741/MENKES/PER/VII/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten yang terdiri atas 18 indikator kinerja. Untuk menyelenggarakan upaya kesehatan di kabupaten Merangin maka Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin melaksanakan kegiatan berdasarkan program pokok yang dapat menjawab indikator SPM dan IS 2010, dengan beberapa kegiatan sebagai berikut :


3.1. Kesehatan Keluarga

Dalam upaya untuk menurunkan angka kematian dan meningkatkan derajat kesehatan keluarga maka sebagai program prioritas adalah ; pembinaan dan pelayanan kesehatan ibu, bayi, anak balita, pra sekolah, kesehatan remaja, keluarga berencana dan pembinaan teknis dan operasional bidan desa. Untuk mendukung program diatas maka dilaksanakan kegiatan berikut ;

  1. Orientasi, pembinaan dan pengadaan sarana untuk kegiatan MTBS
  2. Mengadakan lomba-lomba yang berkaitan dengan kesga seperti Lomba Balita, Dokter Kecil dll
  3. Pelaksanaan konseling remaja di sekolah, DDTK remaja di puskesmas
  4. Pengadaan kohort yang berkaitan dengan kesga seperti kohort bayi, bumill dll
  5. Pembinaan ibu hamil, ANC, deteksi dini bumil resti, dan pertolongan persalinan
  6. Pembinaan dan supervisi bidan di desa dalam upaya peningkatan kinerja bidan di desa
  7. Pembinaan usila
  8. Pencatatan dan pelaporan serta evaluasi program kesga melalui PWS KIA


3.2. Gizi

Sasaran program gizi memfokuskan pada pencegahan dan penanggulangan masalah gizi di masyarakat, institusi formal dan non formal yang mempunyai potensi dan daya ungkit program gizi. Maka program gizi melaksanakan kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

  1. Pelacakan dan penanggulangan masalah gizi di masyarakat, institusi formal dan non formal
  2. Pembinaan dan pengembangan Kadarzi dan SKPG
  3. Pendistribusian kapsul Vitamin A untuk bayi, balita dan busui serta  tablet Fe untuk ibu hamil
  4. Pembinaan ASI eksklusif dan UPGK
  5. Peningkatan kegiatan di posyandu yang berhubungan dengan program gizi
  6. Pelatihan petugas gizi dan lomba-lomba yang berhubungan dengan gizi seperti UPGK


3.3. Promosi Kesehatan

Tujuan utama promosi adalah upaya pemberdayaan masyarakat agar tahu, mampu dan mau berperilaku hidup sehat. Sehingga kegiatan promkes dilaksanakan sbb :

  1. Pembinaan dan upaya pengembangan penyuluhan kesehatan, PSM, UKBM, Batra yang mendukung upaya kesehatan
  2. Pembinaan dan pemetaan serta intervensi PHBS


3.4. P2 dan PL

Pencegahan penyakit dan Penyehatan Lingkungan, melaksanakan kegiatan sebagai berikut :

  1. Pengamatan dan surveilans penyakit menular dan berpotensi wabah
  2. Pelaksanaan imunisasi
  3. Pemberantasan penyakit malaria, DBD, Filaria, Rabies, Kusta, TB Paru, Diare dan frambusia.
  4. Pengawasan dan pemeriksaan kualitas air di masyarakat seperti SAB, PDAM, Air Mineral, dll
  5. Inspeksi sanitasi dalam upaya pengawasan dan pembinaan TTU, TPM, Hotel, Penginapan, dan TPA serta penyemprotan TPA
  6. Pembinaan dan pengawasan TP2 pestisida
  7.  Pelatihan dan temu karya di bidang PL dan pembuatan DPKL


3.5. Pelayanan Kesehatan Dasar, Rujukan dan Kefarmasian

Program ini diarahkan pada kegiatan sebagai berikut :

  1. Penyusunan SOP pelayanan kesehatan dasar
  2. Mengembangkan konsep rujukan medis
  3. Pembinaan petugas dalam rangka pelayanan kesehatan sesuai SOP
  4. Perencanaan, pengadaan dan evaluasi ketersediaan dan penggunaan peralatan kesehatan
  5. Perencanaan, pengadaan dan evaluasi penggunaan obat
  6. Pembinaan dan pengawasan obat dan makanan (POM)

 

3.6. Pembinaan Program Lintas Program

Program ini diarahkan bersifat penyiapan data dan laporan-laporan serta perencanaan anggaran kesehatan, kegiatannya diarahkan sebagai berikut :

  1. Pembinaan dan penyiapan sarana prasarana pelayanan kesehatan
  2. Penyusunan laporan tahunan, profil kesehatan dan LAKIP
  3. Pusat data kesehatan kabupaten khususnya yang berkaitan dengan kesehatan
  4. Evaluasi indikator pencapaian program berdasarkan SPM dan IS 2010
  5. Perencanaan kebutuhan anggaran tahunan